Tentangmu

Waktu itu merupakan hari pertama sekolah setelah uijan kenaikan kelas kemarin. Hari itu juga merupakan hari dimana seluruh siswa kelas XI yang telah melewati ujian penjurusan itu melihat hasil mereka. Di mana ujian mereka diperiksa dan ditentukan ke jurusan mana mereka nantinya.

Pagi itu, di ruang kelas yang dulu, aku dan Miyo menunggu hasil ujian kami, dan ternyata kami berdua masuk ke jurusan yang sama, IPA. Kami pun berdoa agar ditempatkan di kelas yang sama. Tak lama, pembagian kelas sudah diumumkan dan kami tidak sekelas. Aku mendapat kelas XI IPA 5 dan Miyo di kelas XI IPA 1. Tentu saja itu berat bagi kami.

Esoknya, kami mendapat roster masing - masing. Ternyata sebagian besar guru yang mengajar di kelasku sama dengan guru yang mengajar di kelas Miyo. Mengetahui hal itu, kami sering bertukar buku lewat jendela. Bercakap lewat jendela karena guruku masuk dan guru yang mengajar di kelasnya sedang berhalangan untuk hadir. Hampir selalu seperti itu, ia bermaksud menemaniku agar tidak bosan di kelas sendirian dengan guru yang kerjanya hanya menyuruh siswanya mencatat terus.

Meski hanya di balik jendela, tapi itu sangat menghibur dan membuatku ceria setiap saat aku mengingatnya. Ya, dia satu - satunya alasanku bahagia di sekolah, mewarnai hariku dan merupakan penyemangatku.

Hari demi hari berlalu, kami semakin dekat dan aku mulai menyadari bahwa dia begitu berharga. Gadis sederhana itu pintar dan sangat baik padaku. Tugasku kebanyakan dia yang membantuku untuk menyelesaikannya. Begitu cantik dan sederhananya dia, sampai aku tak mendapatkan seorang pun yang mampu menyaingi kecantikannya itu. Dia begitu terbuka, tapi hanya padaku saja. Dia bahkan sedikit gila karena rasa percaya dirinya yang tinggi, seperti saat melihat video girl band korea 'Crayon Pop' dengan judul lagu 'Uh ee', ia langsung mengikuti tarian girl band itu di tengah keramaian. Tentu saja semua mata tertuju padanya. Dan saat aku memberitahu bahwa semua sedang memandangnya, ia hanya tertawa.

Sungguh gadis itu hanya satu bagiku. Salah satu kebiasaan anehnya lagi adalah ia suka memandang selokan besar di sekolah, saat aku bertanya 'Apa yang sedang kau pandang?' la menjawab 'Ikannya lucukan?' dengan gayanya yang khas, menunjuk ikan yang ia maksud dan ekspresinya yang begitu manis dan menggemaskan. Rasanya aku ingin mencubit pipinya saat itu juga, tapi aku tak berani. la juga suka memetik bunga liar dari rawa - rawa di sekolah, mengumpulkannya dan memberikannya padaku, bukankah itu sangat manis? Tentu saja, dia Miyoku dan akan selalu seperti itu.

Marah? Hampir setiap hari. Tapi hanya padaku saja. la tak pernah marah pada kawannya. Bahkan, ia tergolong orang yang paling sabar dan paling kalem di kelasnya. Itu kata orang. Dan mereka akan berubah pikiran tentang Miyo saat mereka dekat dengan Miyo. Gadis yang sangat cerewet ini di sebut kalem, tentu saja aku tertawa mendengarnya. Aku sering mengganggunya karna hal itu. Rasanya ada yang kurang bila tidak melihat wajah indahnya berubah begitu manis saat merengek padaku.

Ya, aku mencintainya. Mencintai segalanya tentang dia. Aku tak mau kehilangan gadis imut itu. Karena kehilangannya sama seperti aku kehilangan warna hariku.

Seperti pelangi tanpa warna,
Seperti hujan tanpa air,
Seperti nafas tanpa udara,
Seperti itulah aku tanpa Miyo.

Komentar

  1. Tetaplah menjadi sosok yang bermanfaat bagi sesama ya
    Jangan pernah menyerah untuk berbuat baik
    Ingat
    Memang lelah terkadang ketika berbuat baik
    Namun lelahhnya akan hilang
    Pahalanya akan tetap ada.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiba-Tiba Rambut Bapak Seputih Itu

Agama dan Kemanusiaan